Sentra Batik Puri Seniman Sandang Ciri Khas Pacitan

Batik_Saji_Pacitan

Guys, kali ini kita bakalan wisata budaya di Sentra Batik Puri Pacitan. Mungkin kalian udah pada akrab ya dengan salah satu sentra batik ini. Bahkan Bapak Susilo Bambang Yudhoyono pernah memakai kain batik hasil karya Batik Puri ini lho. Buat lebih jelasnya, yuks simak ulasan kita kali ini.

Batik merupakan salah satu kekayaan budaya di bumi nusantara ini, kamu juga udah sering banget baca kalau UNESCO mengakuinya sebagai warisan dunia. Nah, seni batik di Kota Pacitan ini, oleh tangan seniman batik dikreasikan dengan kekhasannya membedakan batik Pacitan dengan daerah-daerah lainnya. Siapa sih, dibalik sentra batik yang turu andil melestarikan batik Pacitan ini? Adalah Ibu Puri yang sejak 60 tahun lalu merintis sentra ini dengan keteguhan hatinya.. ciyeelah..

Apa sih ciri khasnya?

Kalau Kalimantan punya batik sasirangan yang menjadi ciri khasnya, nah kalau Pacitan ada buah dan daun pace nih kawan-kawan. Sentra batik Puri mengkreasikannya menghasilkan motif desain baru yang tak satupun batik karyanya meninggalkan unsur buah dan daun pace ini.

Kenapa Pacitan khas dengan batik pace? Usut punya usut nih, nama Pacitan sendiri berasal dari gabungan kata pace yang akrab kita sebut mengkudu dan kata wetan yang berarti timur. So, Pacitan disebut pace ing sisih wetan yang dalam bahasa indonesia berarti tanaman pace di daerah timur.

Kira-kira apa ya yang menjadi motif unggulan?

Motif kebanggaannya ada dua sih sebenernya, Si Sekar Jagad dan Si Cuken. Kenapa sekar jagad? Karena motif ini memiliki filosofi tinggi, yaitu mempersatukan berbagai perbedaan dalam satu wadah. Hm… udah kayak janji kampanye saja, tapi memang bener sih, pertama kali liat Sekar Jagad kreasi batik Puri ini, saya langsung menuju titik rasa paling dalam memaknai batik dan filosofinya.

Nah, kalau Si Cuken sendiri menurut saya memiliki kerumitan yang cukup tinggi, butuh kesabaran dan ketelatenan dalam menciptakan motif ini tertuang pada selembar kain. Yah, mungkin beda tipis kayak kamu waktu dapetin doi kamu… hihihi..

Gimana sih cara bikin kain batik?

Sebenernya nih ya, kalau teori mah gampang. Semacam kita nggambar dan ngewarnain, cukup. Eits, tapi liat dulu prakteknya. Ternyata motif batik yang sebelumnya udah digambar di kain, kemudian dilapisi dengan lilin malam di bagian-bagian yang diinginkan, sehingga pada proses pewarnaan, motifnya akan muncul.  Nah, untuk cara pewarnaannya sendiri ada dua macam guys. Yang pertama adalah teknik colet yang dimaksud untuk mewanai bagian-bagian tertentu pada batik. Next buat yang kedua adalah teknik celup yaitu mencelupkan kain secara keseluruhan kemudian menjemurnya. Biasanya pengrajin batik memadukan kedua teknik ini untuk menghasilkan kain batik dengan warna yang beragam. Oh iya, ada lagi nih.. di Sentra Batik Puri ini ada dua jenis pewarna loh, yaitu sintetis dan alami. Pewarna alami banyak mengambil dari daun mahoni, dan kunyit. Namun, pewarna alami lebih sedikit penggunaannya dibanding pewarna sintetis, karena meskipun lebih awet warnanya, yang alami kalah cerah dengan pewarna sintetis. Dimana-mana yang alami ternyata selalu kalah yaa…wkwkwk

Si Batik udah jalan-jalan kemana aja?

Kain batik di sini, sudah dipakai oleh orang luar pulau jawa guys, mulai Sumatera, Lombok, Sulawesi bahkan di Kalimantan udah ada galeri Batik Puri yang dikelola oleh orang kalimantan asli.

Event yang pernah diikuti

Tepatnya setahun yang lalu, batik puri berhasil menyabet juara dua nasional sebagai wirausaha mikro pelestarian budaya, wow, keren yaa… Selain itu, meskipun mengaku belum pernah menyelenggarakan event, Batik Puri rajin mengikuti event-event yang diselenggarakan tingkat kabupaten, provinsi maupun nasional. Salah satunya mengikuti Duta Batik Pacitan pada akhir tahun 2016 kemarin.

Harapan untuk seni batik di Kabupaten Pacitan

Para seniman batik tetap mempertahankan batik tulis dan nggak beralih ke batik cap maupun batik printing. Yaa meskipun teknik printing dan cap menghasilkan produksi lebih banyak dan motif yang dihasilkan lebih bagus, akan tetapi dengan teknik tulis canting ini menjadi kekhasan tersendiri guys. Ini adalah sebuah karya tangan yang patut kita banggakan. Bayangkan, batik yang harus di proses satu per satu dengan tangan mampu memberdayakan msyarakat sekitar enam puluh warga sekitar. Udah pasti beda kan ketika pakai cap dan printing. Karena batik tulis, bukan soal lebih bagus dan lebih cepatnya, tapi soal ketulusan penciptanya.