Sarung: Selimut, Juga Penghibur

Ruung_Sarung

Sarung. Buat kamu yang langsung berpikir bahwa sarung hanya untuk sholat, itu ketinggalan jaman! Apalagi kalau mengingat bapak-bapak bergumul sarung yang heboh malam-malam waktu nonton bola di poskamling dekat rumah. Ya, kan?

Mungkin, setelah dibilang ketinggalan jaman, kamu langsung berpikir bahwa sarung juga dapat digunakan sebagai penghangat tubuh. Karena kita—sebagai penghuni daerah tropis—tidak butuh selimut super tebal hanya untuk menyenyakkan tidur di kala musim hujan yang relatif lebih dingin dibanding musim kemarau. Apalagi di musim peralihan dari kemarau ke penghujan, yang orang Jawa (khususnya Pacitan), menyebutnya musim bedhidhing. Sarung adalah salah satu pilihan untuk menghindari tubuh yang menggigil.

Lalu, bagaimana dengan Ruung Sarung? Tahukah kamu?

Selain untuk sholat, dan juga penghangat tubuh, sarung akrab dengan keseharian ibu-ibu masyarakat Pacitan, misalnya digunakan sebagai wadah barang dagangan ke pasar. Hal itulah, yang menginspirasi praktisi seni budaya sekaligus Dosen Universitas Negeri Semarang, Deasylina da Ary, yang menjadikan sarung sebagai tarian pada tahun 2004. Tari yang diberi nama Ruung Sarung ini dimainkan oleh beberapa wanita yang tidak hanya menampilkan gerak luwes khas tarian Jawa, namun juga gerak patah-patah modern yang lincah. Sarung sendiri dipegang oleh setiap penari, yang terkadang dijadikan tudung kepala, dipakai rok, bahkan ada gerakan penari sedang menjahit sarung, yang kontan meledakkan tawa para penonton.

Daya tarik Tari Ruung Sarung juga terletak pada wajah penari yang dirias seperti tokoh Semar Punakawan dalam pewayangan. Mimik muka serta gesture para penari, cukup ampuh membuat penonton terpikat karena begitu lucu dan ekspresif.

Pantas saja, Tari Ruung Sarung mampu menjadi juara umum dengan sembilan piala kejuaraan pada Parade Tari Nusantara tahun 2005 (hanya satu tahun setelah pembuatannya, Bro!). Tari Ruung Sarung juga tampil pada Indonesia Dance Festival tahun 2006. Tidak hanya itu, Tari Ruung Sarung berkesempatan tampil pada event internasional, seperti Tong Tong Festival Belanda tahun 2013 dan 2015. Yang terbaru adalah tampil pada Melaka Arts and Performance Festival (Mapfest) Malaysia tahun 2015.

Jadi, bagi kamu yang tidak ingin dikatakan ketinggalan jaman, dan ingin tahu seperti apa Tari Ruung Sarung, ayo ke Pacitan! Saksikan sendiri, dijamin bakal ketawa dan setuju sama pendapat admin!