Pantai Taman yang Paling Istimewa

Pantai_Taman

Semakin membaiknya infrastruktur jalan, memang mendukung perkembangan objek wisata Pantai Taman. Terletak di Desa Hadiwarno, Kecamatan Ngadirojo, Pantai Taman dapat ditemukan beberapa ratus meter saja dari Jalan Lintas Selatan (JLS) Pacitan.

Pantai Taman adalah salah satu pantai yang memiliki garis pantai terpanjang di Pacitan. Kalau datang ke sini, Anda sudah pasti bisa menikmati desir ombak dan panorama laut. Selain itu, keindahan sunrise dan sunset juga akan melengkapi hari berkesan Anda di Pantai Taman.

Satu hal yang membuat Pantai Taman lebih istimewa dibanding pantai-pantai lain adalah konsep one stop vacation. Jadi, selain keindahan panorama pantai dan laut yang sudah umum, Pantai Taman juga memberi kesempatan kepada pengunjung untuk menikmati kolam renang, konservasi penyu, dan wahana Flying Fox.

Bukan Sembarang Kolam

Keberadaan kolam renang di pantai sepintas memang janggal. Tapi, pengelola Pantai Taman bukan tanpa pertimbangan menyediakan objek tersebut. Sebagai antisipasi terhadap risiko ombak laut pantai selatan, kolam ini bisa menjadi pilihan yang tidak kalah seru. Anda bisa berenang sambil tetap menikmati desir ombak, kok.

Kolam renang ini berada di sebelah barat dari pintu masuk Pantai Taman. Anda cukup menyusuri jalan ke arah barat yang jaraknya sekitar 300 meter. Tiket masuknya pun cuma Rp5.000,00 saja. Pada hari libur, kolam ini akan diramaikan perenang-perenang cilik yang riang berlatih renang. Banyak juga sih yang hanya main air saja.

Praktik Peduli Alam

Beranjak ke tempat konservasi penyu, di sini Anda bisa melihat penyu lebih dekat sekaligus mendapat pelajaran singkat tentang pelestarian alam. Sebagai hewan yang terancam punah, mengenal perawatan penyu sangatlah penting untuk memahami keseimbangan ekosistem laut.

Anak-anak biasanya sangat senang diajak melihat proses perawatan dan pemeliharaan penyu. Jika datang pada saat yang tepat, anak-anak pun bisa mengikuti proses pelepasan penyu ke pantai.

Penangkaran penyu ini dikelola oleh warga desa. Mereka tergabung dalam sebuah kelompok konservasi yang bertugas mengambil telur hasil penetasan penyu dewasa.

Penyu biasanya bertelur sepanjang bulan April sampai Agustus. Telur mereka kemudian diletakkan di area konservasi hingga menetas sekitar 50 hari kemudian. Sampai saat ini, sudah ribuan ekor penyu yang dilepaskan ke pantai. Artinya, kesempatan dan keberlangsungan hidup penyu pun, semakin besar pula.

Beraksi ala Manusia Langit

Nah, tibalah saatnya menjajal adrenalin Anda lewat wahana Flying Fox di Pantai Taman. Flying Fox ini memiliki panjang sekitar 420 – 450 meter dengan kapasitas muatan 95 kilogram.

Olahraga ekstrem ini bisa Anda jajal dengan terlebih dulu berjalan menyusuri tebing. Ikuti saja petunjuk jalan dan Anda akan menemukan landasan terbangnya dengan mudah. Setelah membayar tiket seharga Rp35.000,00 untuk sekali meluncur, pemandu akan menjelaskan cara luncur yang aman.

Tidak perlu khawatir soal keselamatan. Selain pemandu yang siap mengajarkan teknik luncur, pemandu-pemandu lainnya pun telah tersebar dengan sigap di titik-titik vital. Satu orang pemandu di kolam renang bertugas menarik tali. Sedangkan dua pemandu lagi akan menyambut tawa lepas Anda di garis finish.

Flying Fox terbuka untuk umum pada akhir pekan sejak jam 9 pagi. Jangan datang terlalu siang atau setelah pukul 12:00 WIB, karena para pemandu biasanya hanya melayani pengunjung sampai jam 1 siang saja.

Oh ya, apabila Anda berminat datang di hari-hari selain akhir pekan, Anda harus lebih dulu melakukan pemesanan ke pemandu atau pengelola Flying Fox.

Riang Gembira nan Ekonomis

Sejumlah objek alternatif di Pantai Taman, terhitung sangat ekonomis. Dengan merogoh kocek Rp5.000,00 saja, Anda sudah bisa menikmati berbagai keindahan, kegembiraan, dan keseruan di sekitar pantai.

Beberapa fasilitas yang bisa Anda dapatkan di Pantai Taman, yakni toilet umum, tempat mandi, tempat ibadah, dan juga tempat makan. Jadi, tunggu apalagi. Ajak keluarga dan teman-temanmu ke sini, yuk!