Di Balik Sosok Perempuan

“Dua lembar kain mori menjadi modal awal kami kala itu. Jalan yang kami lalui tentu berliku-liku. Namun itu tak menghalangi kami untuk turut melibatkan ibu-ibu di desa ini. Sejak tahun 1985, kami berbagi pengalaman kepada warga bagaimana cara membatik. Mereka tekun belajar dan hingga saat ini, lebih dari 50 ibu-ibu sudah bergabung bersama kami menjadi pebatik,” tutur Hemi Suyatmono, #dibaliksosokperempuan generasi penerus Batik Puri Pacitan.
Ratusan lembar batik dihasilkan tiap bulannya dari tangan terampil perempuan di Desa Cokrokembang, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Kehadiran rumah batik ini tak hanya melestarikan Budaya Batik Pacitan, namun juga memberi #lebihberarti bagaimana budaya, keterampilan, dan kerjasama antar pemilik batik Puri dengan warga sektiar bisa memberikan sumbangsih positif bagi perekonomomian warga desa. Produk Puri mempunyai 21 motif yang di antaranya, parang rusak, parang kusumo, parang klitik, semen romo, parikesit, dele kecer, rawan, gondosuli, truntun, kawung, grompol, sidomulyo, sidomukti, sidoluhur, grinsing, blarak semruet, dinriris, sekar jagat, parang barong, mogo sosro, dan keluwung. Dan seiring dengan perkembangan teknologi dan selera pasar, batik Puri mengembangkan sayapnya tidak hanya batik tulis tradisional, melainkan mampu membuat berbagai jenis, motif dan warna sesuai dengan pesanan.

Dari setiap lembar Batik yang terjual, ada pelestarian budaya yang dilakukan, ada cita-cita anak para pebatik yang diwujudkan, dan juga impian-impian kesejahteraan para pebatik yang menjadi kenyataan, dan sosok-sosok perempuan yang memberikan arti lebih dalam kehidupan.
#DiBalikSosokPerempuan #pacitan #batik #batikpacitan

Written & Photo by @yunaidijoepoet

Location : Batik Tulis Puri Putri Pacitan, Kecamatan Ngadirojo.